kisah sahabat sawab bin gahziyyah

Kisah Unik Perang Badar. Sawad Bin Ghaziyyah RA.

Sawad bin Ghaziyyah RA adalah salah seorang Ahlul Badar. Beliau termasuk dari sedikit sahabat yang menemui syahidnya di medan Perang Badar itu. Beliau bukanlah sahabat yang terkenal, namun begitu ada sebuah kisah unuk di perang badar dari sahabat Sawad Bin Ghaziyyah ini. Kisah yang menunjukkan betapa beliau sangat mencintai Nabi Muhammad SAW.

Pada hari berlangsungnya pertempuran ketika sedang persiapan pasukan, Nabi SAW mengatur barisan dan meluruskannya, seperti ketika meluruskan shaf-shaf shalat. Saat tiba di tempat Sawad, beliau melihat kalau posisinya agak bergeser, tidak lurus dengan anggota pasukan lainnya. Beliau memukul perut Sawad dengan anak panah sambil bersabda, “Luruskan barisanmu, wahai Sawad…!!”

Ilustrasi kumpulan pasukan dalam peperangan dalam kisah Sahabat Sawad bin ghaziyyah
Ilustrasi kumpulan pasukan dalam peperangan

Tetapi tanpa diduga oleh siapapun, tiba-tiba Sawad berkata, “Wahai Rasulullah, engkau telah menyakitiku, maka berilah kesempatan kepadaku untuk membalasmu (meng-qishash-mu)..!!”

Sawad Bin Ghaziyyah RA menuntut Qishash Rasulullah SAW

Para sahabat terkejut, dan sebagian besar marah dengan ucapan Sawad ini, apalagi Umar bin Khaththab. Nabi SAW sendiri sebenarnya terkejut dengan sikapnya itu, tetapi beliau menenangkan mereka. Sambil menyerahkan anak panah yang beliau gunakan memukul, beliau bersabda, “Kalau begitu, balaslah wahai Sawad…!!”

Sambil menerima anak panah dari tangan Nabi SAW, Sawad berkata “Wahai Rasulullah, engkau memukulku di perut yang tidak tertutup kain. Karena itu hendaklah engkau singkapkan baju engkau..!!”

Para sahabat makin marah dengan sikap dan kemauan Sawad yang tidak sepatutnya ini. Tetapi Nabi SAW tetap menenangkan mereka dan memenuhi permintaan Sawad. Setelah beliau menyingkapkan baju beliau, Sawad segera melemparkan anak panah tersebut. Dan memeluk perut Nabi SAW dengan erat sambil menangis bahagia, sekaligus meminta maaf kepada beliau. Sekali lagi Nabi SAW dibuat terkejut dengan tindakan Sawad yang tidak tersangka-sangka ini. Beliau berkata, “Apa-apaan engkau ini, Sawad….??”

Sawad berkata, “Inilah yang aku inginkan, ya Rasulullah. Telah lama aku berharap kulitku yang hina ini bisa bersentuhan dengan kulit engkau yang mulia. Dan aku bersyukur bisa melakukannya. Semoga ini menjadi saat-saat terakhir dalam hidupku bersama engkau….!!”

Senyuman dan Do’a Dari Rasulullah SAW

Nabi SAW tersenyum mendengar jawaban Sawad ini, karena apa yang ia lakukan adalah ekspresi kecintaannya kepada Nabi SAW. Segera saja beliau mendoakan kebaikan dan ampunan bagi Sawad.

Ketika pertempuran mulai berkobar, Sawad segera menghambur ke barisan kaum musyrikin yang jumlahnya jauh lebih besar. Yakni lebih dari tiga kali lipat banyaknya. Dengan semangat jihad yang begitu menggelora dan keinginan untuk mencapai syahid di jalan Allah, ia menyerang musuh tanpa sedikitpun rasa takut. Luka tikaman dan sayatan senjata tidak langsung menghentikan langkahnya untuk menghadang serangan kaum musyrikin.

Sawad baru berhenti berjuang ketika kakinya tidak lagi mampu menyangga tubuhnya. Tangannya tak lagi mampu menggerakkan pedang akibat terlalu banyaknya luka-luka dan darah yang mengucur dari tubuhnya. Namun demikian mulutnya tampak tersenyum ketika tubuhnya roboh ke tanah. Karena para malaikat langsung menyambut ruhnya yang langsung mengantarnya ke hadirat Allah.

Mari bergabung dalam komunitas pencinta pencinta siroh nabawi. Karena akan ada banyak kisah Siroh Nabi Muhammad ﷺ , para sahabat dan sahabiyah dan para Ulama yang dapat kita ambil hikmahnya.

Scroll to Top